BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Madiun Raya, Warga Diminta Waspadai Petir dan Angin Kencang.

Admin RedMOL
0

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk, Setiyaris, M.Kom. (Foto: Dok.RRI)

Madiun, RedMOL.id - Masyarakat di wilayah Madiun Raya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam dua hari ke depan. BMKG memprakirakan perubahan dinamika atmosfer dapat memicu pertumbuhan awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris, menjelaskan bahwa meskipun pengaruh Monsun Australia mulai melemah, kondisi iklim global masih dipengaruhi El Niño sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang cenderung mendukung kondisi lebih kering di sebagian wilayah Indonesia.

Namun, dinamika atmosfer regional, mulai dari masuknya angin timur laut dari Pasifik Barat, interaksi angin tenggara hingga selatan, aktivitas gelombang Kelvin, serta potensi penguatan Madden-Julian Oscillation (MJO), dapat meningkatkan kelembapan udara dan memicu pembentukan awan hujan.

“Prospek cuaca wilayah Madiun Raya dan sekitarnya diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Potensi hujan ringan hingga sedang bahkan lebat dapat terjadi terutama pada siang hingga sore atau malam hari, dan berpeluang disertai kilat/petir serta angin kencang sesaat,” ungkap Setiyaris, Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada 27 Oktober 2026, pagi hari diperkirakan cerah berawan hingga berawan tipis. Namun, memasuki siang hingga malam, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Kota dan Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, serta Pacitan.

Suhu udara berkisar 21–32 derajat Celsius dengan kelembapan 64–97 persen. Khusus dataran tinggi Magetan, suhu diperkirakan lebih sejuk, yakni 20–29 derajat Celsius.

Sementara pada 28 Oktober 2026, potensi cuaca lebih ekstrem perlu diwaspadai. Aktivitas awan konvektif diperkirakan meningkat pada siang hingga sore hari dan berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat disertai petir serta angin kencang sesaat.

Wilayah lereng Gunung Lawu serta kawasan perbukitan Ponorogo dan Pacitan menjadi daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 10–25 km/jam, bahkan di pesisir Pacitan berpotensi menyentuh 35 km/jam.

Setiyaris mengimbau masyarakat tidak mengabaikan perubahan cuaca, khususnya ketika hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi secara tiba-tiba.

Masyarakat disarankan menghindari aktivitas di ruang terbuka saat terjadi petir, tidak berteduh di bawah pohon maupun baliho, serta berhati-hati terhadap jalan licin dan genangan air.

Selain itu, warga diminta menjaga kecukupan cairan tubuh mengingat suhu pada pagi hingga siang hari masih berpotensi terasa panas dan gerah.

“ Masyarakat diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer,” imbau Setiyaris.

Penulis : Ardian (Wartawan Redaksi Media Online)
Penerbit : Admin Redaksi

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke RedMOL ID, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!